Umur seringkali tidak menentukan tingkat kebijaksanaan seseorang. Diri kita yang terdalam yaitu sang jiwa sudah mengalami banyak pengalaman pengalaman hidup dari sebelumnya. Tubuh fisik yang ditempatipun berbeda beda. Kita telah mengalami evolusi badan yang berbeda beda bahkan bukan dari kera saja namun sebelum itu para ahli mengatakan wujud sebelumnya adalah ikan.
Sang jiwa yang sudah mengalami pengalaman hidup sebagai manusia ratusan atau puluhan kali tentu memiliki pengalaman yang jauh lebih baik dengan jiwa jiwa yang baru berpengalaman hanya beberapa kali saja. Anak anak kita yang dalam satu siklus hidup ini kita anggap jauh lebih muda dari kita mungkin saja merupakan jiwa jiwa yang jauh lebih tua. Ini juga sebabnya banyak orang yang sudah berumur namun belum bijaksana kata lainnya sudah berumur namun belum dewasa.
Memahami sang jiwa yang abadi yang disetiap kelahiran hanya memerlukan pengalaman berharga untuk evolusi bagi dirinya maka benarlah bahwa hidup ini hanyalah numpang lewat alias perjalanan semata bukan sebuah destinasi akhir maka berbahagialah dan belajarlah dalam setiap momen perjalanan ini. Hal baiknya ketika kita sudah berada pada kelahiran sebagai manusia kita dapat menentukan evolusi kita dengan kesadaran karena dengan pikiran dan rasa kita bisa merubah segala bentuk keadaan fisik atau kelahiran berikutnya secara sadar. Kesadaran dan kebijaksanaan yang kita miliki membuat kita lebih mudah untuk memilih evolusi kita berikutnya. Bagi makhluk lain yang hanya hidup berdasarkan insting semata harus mengikuti proses alam yang mungkin sangat lambat.
Kelahiran sebagai manusia harus disyukuri dengan sangat mendalam karena kemampuan untuk menentukan kehidupan yang makin sempurna disetiap kelahiran. Ini juga hendaknya dimaknai bahwa capaian capaian yang kita dapatkan dalam satu siklus kehidupan ini tetap kita syukuri namun perjalanan jiwa yang abadi harus dijadikan prioritas. Misalnya anda sangat berlimpah saat ini dengan cara cara serakah, menyakiti yang lain, mengambil yang bukan menjadi hak anda lalu dikelahiran berikutnya harus menderita lagi menjadi makhluk cacat yang lemah dengan kesadaran yang menurun. Terus manfaatnya apa kehidupan yang berulang ulang lagi sengsara lagi sadar, lagi senang lagi menderita.
Raihlah segala sesuatu dengan jalan yang benar agar selalu dapat memberi kebahagiaan dan kebebasan bagi sang jiwa sehingga disetiap kelahiran menjadi jiwa yang semakin bijaksana.
No comments:
Post a Comment