Thursday, July 14, 2022

MANUSIA SEJATI


Badan Anda yang utuh terdiri dari tiga lapisan disebut Tri Sarira. Badan fisik Anda atau Stula Sarira, badan pikiran Anda atau Suksma Sarira dan jiwa Anda atau Anta Karana Sarira.  Badan fisik Anda membutuhkan makanan dan minuman untuk bertahan hidup.  Badan pikiran Anda membutuhkan kebenaran (satyam) untuk bertahan hidup.  Jiwa Anda membutuhkan kebijaksanaan (jnana) untuk menjaga karakter aslinya yaitu kebahagiaan.

Ketika ketiga badan Anda berjalan ke arah yang sama, kebahagiaan sudah pasti terjamin.  Ini adalah sifat kedewataan sejati.  Sedangkan jika mereka beda arah.  Mereka tidak sejalan satu sama lain.  Inilah masalah terbesar yang sedang dimiliki manusia saat ini.  Ini adalah akar dari ketidakpercayaan dan perselisihan di antara manusia dan semuanya berakhir dengan ketidakbahagiaan.

Inilah sebabnya mengapa kata-kata Anda tidak bisa ajaib, tindakan Anda sia-sia karena vibrasi, frekuensi energi Anda tidak kohesif atau alias tidak kompak  Kata-kata Anda berbeda dari pikiran dan perasaan Anda.  Perbuatan Anda tidak benar.

Kita semua bisa mengubahnya.  Kita semua memiliki kemampuan untuk menyadari kualitas kedewataan di dalam diri kita.  Kita semua bisa melakukannya selama kita mengakuinya dan mau membuatnya lebih baik.  Tuhan maha pengampun.

TRUE HUMAN


Your intact body consists of three layers called Tri Sarira. Your physical body or Stula Sarira, your mind body or Suksma Sarira and your spirit or Anta Karana Sarira. Your physical body needs food and drink to survive. Your mind body needs righteousness (satyam) to survive. Your spirit needs wisdom (jnana) to keep its intrinsic character which is happiness or bliss.

When your three bodies go to the same direction, bliss is guaranteed. This the true divinity. Meanwhile, if they go to different directions, they don't correspond each other, this has become the most problem of human having nowadays. It's the root of distrust and discords amongst other and all end with unhappiness.

This is why your words can't be magical, your actions are futile because the vibration, the frequency of your energy are not cohesive. You words are different from your thoughts and feeling. Your deeds are not righteous.

We all can change it. We all have ability to realize our devine quality within us. We all can do it as long as we admit it and willing to make it better. God is all forgiving.

Sunday, July 10, 2022

BE STILL


 Click here to watch our YouTube channel re: this article

https://www.youtube.com/watch?v=hg-glCWPzdg

Your restlessness may come from your mind that always judge. Every time your eyes see something, your mind gives its tendentious judgement. The worse thing, when someone tells you his or her story about someone else, without any consideration you take it for granted.

Life is a continues process. If you understand this, you won't need to judge anymore because what you are seeing now may change in the next couple minutes. What you are seeing today may be different on the following day. Someone that you judged the worst couple years ago and now he or she may have become the best. A wiseman today was a naughty boy.

Bear in mind that our universe works based on law of polarity. Your existence is caused by others' existence. If you see someone or something different with you, you must only be grateful for them. If someone chooses different way of life, it means they help you to smooth your way. Let them be...

Wisdom is about being open to anything and compassion to all without discrimination. What makes you unhappy is you're always struggling to control life for all in accordance with your preferences. Non judgement doesn't mean you can't distinguish good and bad, right or wrong. Yet, it's more to a sincere acceptance of the colorful life that the Source has to offer.


JADILAH TENANG

 

Click here to watch our YouTube channel re: this article

https://www.youtube.com/watch?v=hg-glCWPzdg

Kegelisahan Anda mungkin berasal dari pikiran Anda yang selalu menghakimi. 

Setiap kali mata Anda melihat sesuatu, pikiran Anda memberikan penilaian yang tendensius.  Yang lebih buruk, ketika seseorang menceritakan kisahnya tentang orang lain, tanpa pertimbangan apa pun, Anda menerima begitu saja.

Hidup adalah proses yang berkelanjutan.  Jika Anda memahami hal ini, Anda tidak perlu menghakimi lagi karena apa yang Anda lihat sekarang dapat berubah hanya dalam beberapa menit.  Apa yang Anda lihat hari ini mungkin berbeda di hari berikutnya.  Seseorang yang Anda nilai sebagai yang terburuk beberapa tahun yang lalu dan sekarang dia mungkin telah menjadi yang terbaik. Seorang yang bijak saat ini dulu hanyalah seorang bocah nakal.

Ingatlah bahwa alam semesta kita bekerja berdasarkan hukum polaritas.  Keberadaan Anda disebabkan oleh keberadaan orang lain.  Jika Anda melihat seseorang atau sesuatu yang berbeda dengan Anda, Anda  harusnya bersyukur untuk mereka.  Jika seseorang memilih cara hidup yang berbeda, itu berarti mereka membantu Anda untuk memuluskan jalan Anda.  Biarkan mereka...

Kebijaksanaan adalah bagaiman bersikap terbuka terhadap apa pun dan kasih sayang kepada semua tanpa diskriminasi.  Apa yang membuat Anda tidak bahagia adalah Anda selalu ngotot untuk mengendalikan hidup

agar semua sesuai dengan kesenangan kesenangan Anda.  Tidak menghakimi bukan berarti tidak bisa membedakan baik dan buruk, benar dan salah.  Namun lebih pada penerimaan yang tulus dari kehidupan penuh warna yang ditawarkan Sang Maha Sumber.

Friday, July 8, 2022

KARMA - PHALA


Silahkan klik link YouTube dibawah mengenai topik ini 

https://youtu.be/etnW1O3VOSs

Anda memilih perasaan, pikiran, kata-kata atau tindakan Anda dengan bebas. Semua itu disebut karma.  Ingat, setiap perasaan, setiap pikiran, setiap perkataan, setiap perbuatan yang Anda pilih akan menghasilkan hasil yang disebut Phala.  Dengan kata lain, setiap Karma menyebabkan Phala.  Setiap penanaman menghasilkan panen.

Phala hari ini adalah hasil dari Karma kemarin dan Phala besok akan ditentukan oleh Karma Anda hari ini.

Anda harus menanam benih yang baik untuk menuai tanaman yang baik.  Perasaan dan pikiran Anda adalah kebun Anda sendiri.  Anda bebas membudidayakan tanaman apa saja.  Jika Anda tidak menanam benih yang baik, gulma akan tumbuh.  Dan, jangan biarkan orang lain menanam benih mereka di kebun Anda, di perasaan Anda, di pikiran Anda karena Anda akan menuai semuanya.

Jika karena alasan tertentu Anda memanen Phala buruk hari ini, Anda harus menerimanya, karena seratus persen hal itu disebabkan oleh Karma masa lalu Anda sendiri.  Jika Anda pikir itu disebabkan oleh orang lain, ingatlah bahwa Anda menarik mereka untuk terjadi dalam hidup Anda.  Mereka hanyalah jalan.  Terima, lepaskan dan, mulailah menanam Karma baik melalui perasaan dan pikiran, perkataan dan perbuatan yang mulia. 

Jika Anda membalas dendam terhadap seseorang yang Anda pikir penyebab kemalangan Anda, Anda membuat Karma buruk baru dan Anda tahu Anda tidak memotong lingkarannya, tetapi Anda memperpanjangnya.  Jika seseorang melakukan Karma buruk kepada Anda, namun Anda membalasnya dengan Karma baik, di Bali disebut 'Mutus Karma' artinya memotong lingkaran Karma buruk dan mengubahnya menjadi baik.

Apapun yang terjadi hari ini, terimalah dengan penuh keikhlasan, bertanggung jawablah seratus persen pada karma Anda.  Jangan salahkan orang lain, jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan Anda.  Tetap lakukan Karma baik karena hanya dengan melakukan itu Anda akan menuai Phala yang baik di masa depan.

CAUSE AND EFFECT


Please click here to watch this topic on YouTube

https://youtu.be/etnW1O3VOSs

You are choosing your feelings, thoughts, words or deeds freely. All of those are named Karma. Remember, every feeling, every thought, every word, every deed you're choosing will induce their results that's called Phala. In another word, every Karma causes Phala. Every cultivation induces harvesting. 

Today's Phala is the results of your yesterday's Karma and, tomorrow's Phala will be determined by your today's Karma. 

You must cultivate good seeds to reap good plants. Your feeling and thought are your own garden. You're freely to cultivate any plant. If you don't cultivate good seeds, weeds will grow. And, don't let other people planting their seeds in your garden, in your feelings, in your thoughts. Because you'll reap all of them. 

If for some reasons you are harvesting bad Phala today, you must accept it, it's hundred percent caused by your past Karma. If you think it's caused by others, remember that you attract them to happen in your life. They are just the way. Accept, let go and, start planting good Karma through noble feeling and thought, words and deeds. 

If you revenge someone who you think the cause of your misfortune,  you're making new bad Karma and you know you are not cutting its circle, you extend it. If someone does bad Karma to you, yet you return it with good Karma, in Bali it's called 'Mutus Karma' means to cut the circle of bad Karma and turn it to be good one. 

Whatever happens today, accept it with full of sincerity, be hundred percent responsible to your Karma. Don't blame others, if something doesn't meet your expectations happened. Keep doing good Karma because only by doing so you'll reap good Phala in the future. 

Wednesday, July 6, 2022

PENGETAHUAN MURNI



Klik channel YouTube kami tentang artikel ini di

https://youtu.be/ubS4nsvPeNo

Ketika dalam setiap pikiran, ucapan dan perbuatan, Anda menerapkan Dharma atau kebenaran, kekuatan yang lebih tinggi akan menuntun hidup Anda ke dalam kesadaran diri yang disebut Cetana.

Di sisi lain, jika pikiran, perkataan dan perbuatan Anda mengikuti ego Anda yang tak berpengetahuan, Anda akan menjauh dari kesadaran murni dan ini disebut Acetana atau ketidaksadaran.

Begitu Anda memahami keesaan di mana Tuhan berada dalam setiap makhluk, kesadaran ini berasal dari pengetahuan yang lebih tinggi atau Para Widya yang disebut Jnana.  Sedangkan ilmu yang kita gunakan untuk memanipulasi sesuatu disebut Apara Widya atau pengetahuan yang lebih rendah.

Jnana atau pengetahuan yang lebih tinggi atau pengetahuan murni hanya dapat diperoleh dengan menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda tetap mulia.

Semua tujuan hidup termasuk Artha (kemakmuran) dan Kama (keinginan) harus diperoleh dengan menerapkan pengetahuan murni agar mereka membawa kebahagiaan abadi.

PURE KNOWLEDGE



Click our YouTube channel re: this artcle on

https://youtu.be/ubS4nsvPeNo

When in every thought, talk and deed you are applying Dharma or righteousness, higher being (s) will lead your life into a self-consciousness that's called Cetana. 

In the other hand, if your thoughts, talks and deeds are following your ignorant ego, you'll be getting away from pure consciousness and, this is called Acetana or unconsciousness. 

Once you understand oneness where God is in every being, this consciousness is derived from higher knowledge or Para Widya that's called Jnana. Meanwhile, the knowledge that we use to manipulate anything is called Apara Widya or lower knowledge. 

Jnana or higher knowledge or pure knowledge can only be acquired by keeping your thoughts, talks and deeds noble. 

All life's purposes including Artha (prosperity) and Kama (desires) must be acquired by applying pure knowledge for they bring eternal happiness. 

Friday, July 1, 2022

DOA DAN KUTUKAN


https://youtu.be/7TUyvWH2oH8

Kedua istilah itu sebenarnya adalah hal yang sama, satu hal.  Seperti energi itu sama, namun digunakan untuk tujuan yang berbeda.


Di Bali, mantra sakti atau aksara suci yang digunakan untuk mendoakan disebut Aksara sedangkan untuk melakukan ilmu hitam atau kutukan disebut Aksara Sungsang yang artinya Aksara terbalik atau aksara yang dibalik.


Kata-kata Anda sebenarnya adalah doa.  Jika Anda menjaga kata-kata Anda tetap mulia dan positif, maka kata kata itu menjadi doa.  Sementara itu, jika Anda menggunakannya untuk menyakiti seseorang atau diri Anda sendiri, maka ia menjadi kutukan.


Jika Anda terus membicarakan hal-hal negatif kepada diri Anda sendiri dan orang lain, atau keadaan, tanpa Anda sadari, Anda sedang mengutuk.  Oleh hukum alam, kutukan Anda akan terwujud dalam hidup Anda.  Sementara itu, jika Anda menjaga pembicaraan Anda tetap positif, itu adalah doa, itu juga akan terwujud.


Terserah Anda memfokuskan energi kata-kata Anda.  Sekali lagi jika niat Anda mulia, itu akan menjadi doa.  Sebaliknya, jika niat Anda tidak baik, mereka akan menjadi kutukan.

Prayers And Curse


https://youtu.be/7TUyvWH2oH8

The two terms are actually the  same thing, one thing. Like energy it's the same, yet it's used for different purposes. 


In Bali, the magic spells or the sacred scripts used for prayers are called Aksara meanwhile to do black magic or curse are called Aksara Sungsang which means the reversed Aksara or reversed scripts. 


Your words are actually prayers. If you keep your words noble and positive, they become prayers. Meanwhile, if you use them to hurt someone or yourself, they become curse. 


If you keep talking negative things to yourself and others, or circumstances without you realize it you are cursing. By law of nature, the curse will manifest in your life. Meanwhile, if you keep your talks positive, they're prayers, they will also manifest. 


It's up to you to focus on the energy of your words. Once again if your intention is noble, they will become prayers. Conversely, if your intention is not good or negative, they become curse. 

Kagumi

Lihatlah betapa indahnya makhluk ini yang kita sebut sebagai capung. Sepintas pikiran kita mengatakan, ini makhluk biasa saja bahkan ada yan...