Ada pepatah mengatakan 'Don't take life too seriously'. Ada lebih banyak planet di alam semesta dibandingkan dengan jumlah butiran pasir di pantai. Ibu Pertiwi kita bumi ini adalah sebutir pasir itu dan kita hidup diatasnya. Jadi apapun pencapaian kita sebagai manusia yaitu makhluk yang hidup diatas sebutir pasir tadi tidak akan terlalu berarti bagi semesta kecuali setiap apa yang kita lakukan berorientasi pada keselamatan semesta yang maha tidak terbatas. Menyombongkan diri dengan kelebihan apapun yang kita miliki termasuk jabatan, kekayaan, kepintaran, wajah tampan, kekuasaan, kekuatan adalah hal yang paling tidak pintar dilakukan manusia apalagi meraihnya dengan cara cara tidak benar.
Semua yang kita miliki adalah milik semesta, milik yang Maha Agung dan setiap saat bisa diambil kembali bahkan termasuk jiwa kita. Ketika tsunami harus terjadi mengambil ribuan bahkan jutaan jiwa manusia sekaligus, alam tidak peduli apakah anda kaya, pintar, cantik, punya jabatan dsb. Manusia laksana kumpulan semut yang cukup disiram dengan seember air push semua hanyut. Covid, virus HIV adalah makhluk sangat kecil yang terbukti sudah mengambil banyak nyawa manusia. Virus ini mengajarkan manusia bahwa manusia tidak layak sombong dengan apapun yang dimilikinya. Yang merasa paling pintar sebelum Covid menjadi yang paling tidak pintar. Yang merasa paling hebat menjadi bukan siapa siapa. Yang merasa rencana rencananya selalu berhasil sebelum Covid bahkan seolah olah menuhankan dirinya sendiri menjadi tidak berdaya. Slogan manusia bisa berencana Tuhan menentukan pada akhirnya berlaku disini. Tugas kita hanya mengusahakan dengan ketulusan hati jangan terikat dengan hasil menjadi valid oleh sang virus. Manusia yang merasa jago karena ukuran tubuh yang jauh lebih besar menjadi ciut nyali oleh sang virus yang super kecil.
Jadi berhentilah terlalu serius dalam menghadapi hidup. Kita tidak tahu kapan akan selesai di bumi ini dan sang jiwa harus melanjutkan perjalanan abadi ke tahapan berikutnya. Paling tidak memori terakhir terisi oleh kebenaran, kebaikan, kesetiaan, kesucian laku dan kebahagiaan sebagai sifat sejati sang jiwa yaitu kebahagiaan dan kebebasan sejati. Buat setiap momen dalam hidup ini bahagia. Bahagia bagi diri, bagi yang lain, bagi semesta beserta dengan semua isinya. Pilih mode (mood), perasaan, pikiran bahagia dalam kondisi apapun. Jangan mengejar kesuksesan dengan mengorbankan kebahagiaan karena sebentar lagi atau besok belum tentu anda ada disini. Toh juga kesuksesan memiliki muka yang sangat banyak. Dan pada akhirnya orang yang paling sukses sesungguhnya adalah orang yang memilih bahagia tanpa syarat setiap saat.🌞🌙🙏
No comments:
Post a Comment