Sunday, May 2, 2021

Menyatu Dengan Semesta

 Kita semua adalah bagian dari semesta yang tidak terbatas dan tunggal. Yang tunggal adalah semesta demikian juga yang terpolarisasi. Kita merasa terpisah dengan semesta hanya karena ego kita. Ego kita termasuk nama, bangsa, agama atau keyakinan, kepemilikan, jabatan, status dan segala embel embel kita yang lain. 

Akan tetapi udara yang kita hirup adalah tunggal, air yang memberi dan memelihara kehidupan kita, bumi, langit yang melindungi kita, api kehidupan yang ada di alam semesta dan yang ada dalam setiap makhluk sesungguhnya adalah tunggal. Ini sebabnya mengapa sebagian besar keyakinan meyakini Tuhan adalah Esa namun Tuhan juga yang terpolarisasi yang memberi kehidupan bagi semua makhluk.

Tuhan disebut sebagai Jiwa Yang Maha Agung yang memberi jiwa pada semua jiwa yang ada. Perasaan terpisah, perasaan keakuan atau ego memiliki energi yang kecil dan lemah. Bila kita umpamakan masing masing dari kita adalah tetesan tetesan air yang membentuk samudera yang maha luas bukankah bila setetes air yang terpisah dari samudera memiliki kekuatan yang sangat kecil. Setetes air yang terpisah itu bila dituangkan ke tanah dia akan langsung lenyap. Namun bila tetesan tetesan air itu bersatu menjadi samudera, maka dia bisa memberi kehidupan bagi semua makhluk yang ada di samudera bahkan bisa menghempaskan atau menenggelamkan daratan. 

Atas hukum sebab akibat bila kita selalu mendoakan dan berbuat demi kebaikan semesta beserta semua isinya maka kekuatan kitapun tidak lepas dari kekuatan semesta. 

Dalam skup yang lebih kecil segala sesuatu yang dikerjakan bersama akan menjadi ringan. Bagaimanapun ego kita harus kita satukan dengan semesta sehingga memiliki kekuatan yang tak terbatas. Bila kita meyakini semua adalah tunggal dari semesta, pemahaman ini juga akan mengurangi perilaku ego yang sempit seperti kesombongan karena tidak ada sama sekali yang perlu disombongkan karena semua adalah milik semesta. Tidak akan ada lagi bentuk bentuk kejahatan terhadap yang lain karena kesadaran bahwa kita juga adalah yang lain. 

No comments:

Post a Comment

Kagumi

Lihatlah betapa indahnya makhluk ini yang kita sebut sebagai capung. Sepintas pikiran kita mengatakan, ini makhluk biasa saja bahkan ada yan...